ADVENTURE IN PEPERA "Kembali"

ADVENTURE IN PEPERA "Kembali"

"Kembali" merupakan area dalam masa modern yang sudah kujalani mengharuskanku memutar 100реж. Kalau tidak, maka yang menjemput dalam liang hening hanya kemusnahan moral mu saja. Menyesuaikan diri dan kembalilah menjadi satu dengan aset lingkungan berada.

HARAPAN HARUS ADA LAGI

Perjalanan akan unik dan bernilai bila ada masa untuk menetapkan tapal yang sudah dicanangkan. Lebih elok lagi untuk membaikan kesan yang membuat semua orang dapat merasakan bahwa harapan itu sebenarnya keberadaannya sebagai manusia dalam ciptaan-Nya.
Pepera penuh dengan segalanya, apabila kamu ingin menjadi mendapatkan harapan itu. Berkesan!
Kisahmu tidak akan pernah habis. Ingatlah, bahwa harapan tetap ada. Tepatnya di ujung jarimu. Serius. Buka kenop pintu, biarkan daun pintu merengek apabila engselnya tak kau rawat. Rengekan itu yang akan menemani idemu mendapatkan dan membagikan harapan itu. Simpel, kan!
Inos murid kelas 6 serius membaca buku di TBM Jamkitnip.
Sumber : Doc. Penulis
Salah satu harapan yang selalu ada itu adalah memberikan ruang kesempatan untuk sesama kita mendapatkan akses. Apabila teman kita bingung, dan belum ingin bertanya maka tahan diri dulu. Beri dia akses waktu untuk menimbang. Potensi dini perlu untuk dibudayakan dan dididik. Saat tiba bagi dia menyerah, berilah secercah peluang untuk mengenal masalahnya. 
Kenapa bukan jalan keluarnya saja?
Yang mengetahui jalan keluar dan situasinya adalah subyek. 
 Posisi kita sebagai orang ketiga memberikan dia kesempatan dengan pertanyaan penawaran bantuan. Pastikan bahwa harapannya masih ada untuk menuntaskan situasi yang dihadapinya. Saat dengan pertanyaan ringan

  1. "Kamu sedang apa?"
  2. "Ada yang bisa saya bantu?"
  3. "Boleh kita lihat lebih dekat lagi?" → dalam momen inilah harus mendapatkan titik poin penting bahwa harapan dia masih ada atau sudah pupus. Setelah berikan penyampaian singkat bukan menggurui. Sampaikan pertanyaan yang menggali potensi imajinasinya untuk menuntaskan situasi tadi. Selesai

Sederhana, kan? Ilmu yang ada menjadi harapan untuk satu orang pertama dan harapan dalam dirimu, itu akan beranak pinak. Harus.

Pemandangan gunung dari jalan setapak di Distrik Pepera.
Sumber : Dok. Penulis
Alam saja memberikan harapan bagi manusia untuk dapat melanjutkan hidup dengan udara berkandungan O2.
Apabila belum menemukan harapan itu, beri akses di dalam saraf untuk bertindak mencari peluang dan celah dari kebiasaan dan pengalaman.
Ayo berjuang.
Pepera juga sangat rekomendasi buatmu menggali harapan itu.

Komentar

Postingan Populer