JANGKAUAN UNIVERSAL

JANGKAUAN UNIVERSAL

Manusia yang diciptakan berpasangan sediakalanya merupakan aset motivasi dasar yang seharusnya dipertahankan oleh manusia zaman ini. Perbedaan yang terpancar dari kedua mahluk pertama menjadi penyadar bahwa keadaan tetap memberikan akses kebersamaan. Umur bumi tidak akan pernah habis sampai manusia kehabisan akal untuk mendiktenya. Pengharapan seharusnya dimiliki oleh semua orang. 
Jangkauan Universal menelusur aspek kebutuhan manusia
Ilustrasi Jangkauan Universal
Desain : Jiaqi Wang
Tulisan ini merupakan kinerja saya selama menghadapi WFH (Work From Home) alias pengangguran, karena sedang dalam masa pandemi Covid-19. Saya mengonsep ini menjadi sebuah pemikiran bahwa, perbedaan dijadikan sebagai alasan hidup. Hal ini di latar belakangi karena kondisi sosial-budaya di Indonesia menggaungkan konsep mayoritas. 

a. Pendahuluan

Analisa dijadikan dasar untuk membuat jawaban. Konsep dijadikan awal untuk menjadikan kenyataan. Entah sampai kapan kepercayaan akan dimiliki oleh semua orang! Alasan akademis selalu menghambat inovasi bagi mereka yang bersemangat untuk bergerak maju dan berbuat. Ketika lambung mulai membuka rongga, maka liar manusia tidak terelakkan lagi. Seperti monster yang dikisahkan oleh pe-Wahyu. Jangkauan Universal merupakan tahapan awal untuk membentuk sifat kokoh, peduli, apresiasi, dan hidup bersama sebagai manusia beradab. Jangkauan Universal tidak memandang latar belakang. Sains, ekonomi, teknologi. militer, sosial, budaya, pangan, hubungan bilateral, menjadi penghias rupa untuk mengisi kekosongan semata. Jangkauan Universal memberikan Subyek untuk mengisi ruang dalam waktu yang tidak terbatas dan potensi harapan yang mengalir. Konsep ini menjadikan warna, bahwa manusia adalah satu. Kehidupan bernegara selalu dititik beratkan pada kemahiran mengetahui Undang-Undang. Kehidupan sosial selalu diperas oleh mayoritas dan menekan minoritas. Sifat liar manusia yang terjun dalam militer membuatnya buas dan lupa akan kulitnya dulu. Banyaknya tempat beragam di biografi dijadikan sandaran untuk memegang pucuk pimpinan spesialis. Suntikan nepotisme mengalir deras meskipun pemerintah sudah memberikan tekanan keras bagi pelanggar KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Tingginya IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) merupakan pintu tak berdaun saat melamar pekerjaan. Tawaran harga untuk diri menjadikan ramai perbincangan di tiap sudut perhentian. Partai politik menjadi biang keladi yang sudah dinyatakan tanpa merasa malu lagi di hadapan publik.
Jangkauan Universal merangkum secara akselerasi tahapan harapan manusia dengan konsep yang disederhanakan. Pendidikan sebagai moda utama untuk pencapaiannya.
Tingginya gairah untuk menuntaskan Jangkauan Universal, menjadikan bahan kaku menjadi luwes dengan polesan keras. Shalom




Komentar

Postingan Populer