ADVENTURE to Pepera in Papua

KAMPUNG PEPERA

Ini adalah perjalanan saya ke pedalaman Papua, tepatnya di distrik Pepera. Lingkungan yang masih tradisional dan  juga sapaan masyarakat yang menjelma seolah  kita adalah orang paling beruntung di dunia ini. "Yepmum" adalah kata sapaan bagi mereka yang berasal dari suku Ngalum dari Pepera. Pepera adalah kenangan yang tidak akan menjadi tinggal kenangan saja.

Pepera
Pemandangan alam dari depan kediaman saya.
Photo by penulis
Ini adalah pemandangan dari depan rumah saya di desa Pepera. Awan putihnya masih menghias, padahal foto ini diambil saat siang hari. Bangunan yang tidak punya atap di dekat bangunan beratap biru adalah PUSKESMAS Pepera, yang tidak kunjung selesai semenjak awal pembangunannya di tahun 2017 silam. Langitnya sungguh mempesona. Hutannya masih dibalut hijaunya kerindangan nan alami. Rumah yang tampak sejajaran jalan adalah rumah penduduk bernama Pak Jemince. Kocak dan keingintahuan adalah kesederhanaannya. Bagaimana menanam sayur, Pak, kalau di Jawa ?(padahal saya bukan berasal dari Jawa, hanya dengan cara itulah yang termudah untuk mengidentitaskan saya)
Sesederhana itulah keingintahuann beliau terhadap dunia luar.
Bangunan yang paling ujung terdapat dua atap, merupakan kediaman Pak Kepala Distrik Pepera, Ismail Sipyan.
Sudah terbayang apabila ingin bepergia, bukan?
Berangkat siang pulang malam. Begitulah.
Kerinduan yang akan terbayar untuk kelelahan seharian adalah indahnya panorama malam hari.

Pepera
Suasana di malam hari , langitpenuh bintang-bintang. View dari depan kediaman saya.
Photo by penulis. 
Kayanya alam di sana berbanding lurus dengan kekayaan pemandangan yang ditawarkan pada umat manusia. Untuk menikmati pemandangan penuh dengan taburan bintang di langit, cukup kita dapati 4 hari dalam seminggu apabila musim kemarau.
Sungguh indah!!
Mata dimanjakan dengan terangnya cahaya sang bintang, ditemani dengan suhu udara yang dingin dan damai. Jauh dari keributan dunia perkotaan dan ketidakpastian dari tiap insan yang biasanya kita jumpai di depan kita.

Siapa sih yang tidak ingin mendapat tawaran ini?
Langkah kita selalu diiringi oleh merdunya suara burung di hutan. Mungkin itu adalah suara burung Cendrawasih.
Cendrawasih adalah burung khas dari daerah Papua. Dijuluki sebagai burung surga.
Yakin atau tidak, memang Cendrawasih sungguh cantik.
BULUnya !!!

Pepera
Bulu Burung Cendrawasih
Photo by penulis

Cantik bukan??!
mmm...akan menjadi sempurna saat kita kenakan. SPEECHLESS.
Uda datang dan kunjungi deh!
Banyak yang akan kamu lakuin di sana. Fotografi, my trip my adventure juga boleh banget, atau ingin menenangkan otak yang udah penat banget dengan asap kendaraan bermotor?
Uda ke sini aja. Desa Pepera, Distrik Pepera, Kabupaten Pegunungan Bintang, Propinsi Papua, Negara Republik INDONESIA

Komentar

Postingan Populer