ADVENTURE to Pepera Step 2

Mimpi itu menjadi asupan penyemangat kita untuk di saat yang sama. Akan tetapi, mimpi itu akan menjadi gairah ketika menjadi kenyataan.
Mimpiku dulu hanya ingin membuat orang-orang tersenyum karena keberadaanku. Hanya ingin membuat orang lain tersenyum. Itu saja.
Setelah dari Pepera, mimpi itu sudah menjadi bara api pada diriku. Gairah ini ingin membakar.
Entahlah, akan seperti apa nantinya. Yang kuyakini, aku akan tetap menjadi gairahku.
Ditambah lagi adanya partner untuk melakukan hal yang sama, akan menjadi uap yang akan jatuh ke bumi untuk menjadi harapan bagi banyak mahluk.


Ini adalah partnerku selama setahun pengabdian. Orangnya santai, penurut, memiliki prinsip, open minded, tukang kentut, kikuk, dan aneh dah, baiklah orangnya. Dia orang Banjarnegara, Jawa Tengah. Hidupnya 8 tahun di habiskan di Yogya, entah apalah yang dia lakukan di sana. Pasti banyak dan ga jelas. Hahaha.
Aku bangga sekali sama dia ini. Kenapa masih ada orang yang mau dan betah untuk tinggal di hutan selama setahun lebih sedikitlah, dengan biaya hidup seadanya, sanggupnya untuk beli garam sama peralatan mandi saja. Ternyata, ada juga orang itu. Itulah partner ku. Kadang ku panggil dia dengan panggilan Tiang Jemuran. Alasannya, tinggi badannya cocok buat jemuran kain, 1,78 m.
Pernah dia mengatakan bahwa keinginannya hanya kecil saja selama masih hidup di dunia. Keinginannya itu adalah membuat dirinya berguna buat orang lain.
GOOD Man.
Jadi, dia memiliki kisah pribadi bahwa wanita yang sempat jadi pacarnya mengambil studi ke Jepang, S2. Jadi, partnerku ini kadang-kadang galau. Aneh bagiku yang tiada hari tanpa somplak, tanpa kegalauan. Ya gitulah dia.

Gambar di atas adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mencari bibit muda bidang olah raga Taekwondo. Kegiatan tersebut merupakan inisiatif dari seorang anggota Satgas POLRI BINMAS-NOKEN, di Kab. Pegunungan Bintang.
Aku dan tim penempatan Pegunungan Bintang, bekerjasama dengan berbagai elemen juga untuk melangsungkan kegiatan tersebut. Nah ada kisah lucu, saat kegiatan ini, yaitu saat partner ku ini diwawancarai oleh pimpinan di Polres terkait pelaksanaan kegiatan ini. Partner ku orangnya kikuk. Jadinya, dia berlagak pasrah dan masa bodo dengan semua komentar yang diberikan.
Sekelas perwira memberi pertanyaan karena ketidaksetujuan terhadap kegiatan pasti marah dong. Di bayangin aja.
Air matanya sudha banyak tertumpah di tanah Papua. Karena kerinduannya yang sudah terbalaskan.
Partnerku ini sekarang kembali ke kampung halamannya. Beruntung pandemik virus Corona-2019 (Covid-19) belum mewabah. Dia melanjutkan usaha jualan orang tuanya di Banjarnegara.

Uda datang dan kunjungi deh!
Banyak yang akan kamu lakuin di sana. Fotografi, my trip my adventure juga boleh banget, atau ingin menenangkan otak yang udah penat banget dengan asap kendaraan bermotor?
Uda ke sini aja. Desa Pepera, Distrik Pepera, Kabupaten Pegunungan Bintang, Propinsi Papua, Negara Republik INDONESIA.
.

Komentar

Postingan Populer